Sabtu, 15 Januari 2011

Quantum Reading dan Kiat-Kiat Belajar Sukses

Sumber: www.AnneAhira.com

Sukses dalam belajar seseorang tergantung kepada tiga hal utama yang saling berkaitan, yaitu (a) bagaimana cara belajarnya (b) bagaimana dukungan dari lingkungan sekitar dan (c) bagaimana sarana belajar yang ada. Meramu ketiga hal tersebut tadi agar seseorang bisa meraih sukses dalam belajar, diperlukan kiat-kiat belajar sukses.

Dalam kaitannya dengan bagaimana cara belajar, pendiri Microsoft Bill Gates, mengatakan bahwa cara belajar adalah do it bit by bit, lakukan sedikit demi sedikit. Pemeo memelesetkan SKS dengan kata-kata ”sistem kebut semalam” alias baru belajar habis-habisan pada saat akan ulangan/ ujian, tidak terlampau memberi hasil yang optimal.

Hal yang terkait erat dengan cara belajar adalah bagaimana cara kita membaca. Quantum reading atau sebuah terobosan dalam cara membaca agar bisa membaca cepat dengan hasil mengingat yang optimal, salah satu cara yang turut menunjang kesuksesan seseorang belajar.


Dalam Quantum reading diajarkan bagaimana cara mengingat yang baik. Membaca dengan teknik ini dimulai dengan membaca indeks, judul, sub judul, lalu membaca cepat isinya dengan menggunakan mata dan bukan dengan menggunakan bibir. Mata yang terlatih akan cepat melahap bacaan jauh lebih cepat dibanding apa yang dilakukan bibir, yaitu melapalkan kata demi kata dalam sebuah kalimat.

Faktor kedua yang turut menentukan sukses tidaknya seseorang belajar adalah dukungan dari lingkungan sekitar. Yang dimaksud dengan dukungan dari lingkungan sekitar tersebut meliputi peran orangtua, guru, dan teman sepermainan.


Sebagai faktor yang menentukan kesuksesan belajar seseorang, peran orangtua dan guru lebih pada perannya sebagai seorang motivator. Dukungan dan dorongan yang terus-menerus diberikan oleh orangtua dan guru kepada seseorang, diharapkan akan merubah pola pikir dan pola tindak seseorang.


Jika hal ini berhasil dengan positif, maka keinginan dan semangat belajar tidak tergantung lagi pada orangtua dan guru, melainkan telah tumbuh menjadi kebiasaan.


Belajar menjadi proses yang tidak bisa ditinggalkan jika menginginkan mendapat kesuksesan, baik sukses dalam belajar untuk saat ini, maupun dampak dari sukses belajar kelak dalam kehidupan yang lebih luas.


Faktor lain yang mendukung atau tidaknya seseorang meraih kesuksesan dalam belajar adalah faktor teman. Pengaruh teman sebaya atau teman sepermainan sangat besar terhadap sukses dan tidaknya seseorang belajar. Teman sebaya akan turut-serta membentuk kualitas pikiran seseorang, termasuk juga kualitas dalam belajar.


Jika punya teman sepermainan yang gemar membaca, sehingga dalam obrolan menjadi terlihat serba tahu, akan memompa semangat seseorang untuk melakukan hal yang sama. Namun, demikian pula jika sebaliknya, teman sebaya atau teman sepermainan justru yang malas belajar, kemalasan itu akan pula ditularkan baik langsung maupun tidak langsung.


Maka, sebagai orangtua, harus pandai-pandai memantau dengan siapa anak-anak bergaul. Ada pepatah yang populer di masyarakat bahwa bergaul dengan tukang minyak wangi, akan pula tercium wangi, namun bergaul dengan tukang bengkel, badan tericum bau pelumas. Pepatah ini semakin menguatkan bagaimana pengaruh teman sebaya dalam kehidupan seseorang.


Faktor ketiga yang tak kalah pengaruhnya dalam menunjang kesuksesan belajar seseorang adalah bagaimana sarana belajar. Buku yang berkualitas, suasana tempat belajar yang nyaman ditambah dengan alat bantu belajar yang lain, adalah faktor-faktor yang turut mendukung kesuksesan seseorang belajar. Jika semua faktor itu telah mendukung, masih diperlukan kiat-kiat belajar sukses.


Kiat Belajar Sukses



  • Belajar sedikit demi sedikit

  • Belajar membaca cepat

  • Lebih baik belajar sepuluh menit sehari tapi rutin seminggu, daripada belajar selama 70 menit dalam sehari seminggu sekali

  • Merangkum bahan bacaan atau memberi tanda-tanda tertentu pada bacaan yang dianggap perlu

  • Mnemonic atau memelesetkan hal-hal penting dalam bacaan kepada hal-hal yang lebih mudah mengingatkan, termasuk cara yang bisa ditempuh untuk mempermudah mengingat  bahan bacaan.

Jalan Menuju Sukses Hanya untuk Orang yang Menginginkannya

Battle in the Bubble 2010Image by AMagill Sumber: www.AnneAhira.com
Jalan menuju sukses begitu terbentang luas. Jalan menuju sukses jauh lebih banyak daripada jalan menuju kegagalan. Kegagalan adalah akibat dari usaha kita. Sukses adalah sesuatu yang sudah disediakan oleh Tuhan. Tapi kesuksesan itu hanya akan diberikan Tuhan hanya kepada orang yang menginginkannya. Orang yang tidak mau sukses tentu tidak akan diberikan kesuksesan oleh Tuhan.

Ingin atau tidak ingin. Itulah kalimat pilihan yang ada untuk orang yang sukses. Hanya kalimat itu saja. Tidak perlu neko-neko dengan berbagai teori. Tidak perlu berpusing-pusing memikirkan berbagai rumus dan tips. Jika Anda ingin, saat itulah pikiran, tubuh, hidup dan alam di sekitar Anda akan membawa menuju kesuksesan.

Jika Anda mengatakan meninginkan kesuksesan, katakan, “Saya ingin sukses”. Katakan dengan dengan sepenuh jiwa dan raga. Katakan dengan segenap emosi dan tekad membara. Katakan saya ingin sukses, jika Anda memang menginginkannya. Saat itulah akan nampak begitu banyak jalan menuju ke sana.

Awalnya, pikiran akan bekerja untuk mencari data-data mengenai kesuksesan. Pikiran yang bekerja itu berdasarkan seberapa besar keinginan di hati Anda untuk bisa meraihnya. Kemudian dari pikiran, akan berpengaruh kepada tubuh. Saat itulah tubuh mulai bergerak untuk melalui jalan yang telah ditemukan alam pikiran Anda. 

Saat melalui jalan itu, Anda akan menemukan berbagai petunjuk, baik petunjuk yang nyata tersurat maupun petunjuk-petunjuk yang tidak nyata atau tersirat.

Kesannya agak mistis memang. Tapi itulah keajaiban keinginan. Semua orang akan mendapatkan apa yang diinginkannya jika ia yakin akan mendapatkan keinginan itu. Keyakinan. Keyakinan ditunjukan oleh besarnya tekad dari keinginan. Tuhan tergantung kepada prasangka hamba-Nya. Ia akan memberikan seperti apa yang hamba-Nya prasangkakan. Berprasangka baiklah. Tuhan pasti akan memberikan kesuksesan pada diri Anda. Syaratnya hanya satu yaitu keinginan.

Keinginan di sini bukan hanya sekedar keinginan yang sifatnya sesaat, main-main, atau sekedar keinginan yang terbersit tiba-tiba. Tapi keinginan yang menjadi tujuan hidup. Keinginan yang sungguh-sungguh Anda inginkan. Itulah keinginan yang akan membawa Anda untuk bisa mendapatkan senua yang diinginkan.

Buah yang ranum, manis dan segar, sudah disediakan Tuhan untuk dinikmati manusia. Hanya saja untuk mendapatkan buah tersebut, orang kadang harus memanjat pohon yang tinggi. Hal pertama yang harus ada adalah keinginan untuk mendapatkan buah tersebut.

Setelah keinginan kuat muncul, maka pikiran akan bekerja untuk mencari cara agar bisa memetik buah tersebut. Setelah menemukan cara, kemudian tubuh ini akan menggunakan cara itu untuk bisa memetik buah yang tergantung di pohon.

Saat tubuh berusaha memdtik buah, kadang tidak mendapatkannya dengan segera. Kadang cara pertama mengalami kegagalan. Saat itu kadang muncul petunjuk lain yang mebantu kita untuk bisa mendapatkan buah yang nikmat itu.

Jika segala uapaya sudah habis, saat itulah pertolongan Tuhan akan datang. Pluk! Tiba-tiba saja buah yang sangat kita inginkan itu jatuh di dekat kita. Benar-benar jatuh di dekat kita. Hingga kita tidak perlu melangkah untuk mengambilnya. Kita bisa langsung menikmati buah tersebut. Ternyata buah itu jauh lebih nikmat dari buah yang kita lihat sebelumnya.

Seperti itulah perumpaan orang yang menginginkan kesuksesan. Tuhan dan alam ini akan membantu siapa saja yang menginginkan kesuksesan. Tuhan, alam dan manusia akan melihat bagaimana kita menginginkan kesuksesan itu. Tuhan, alam dan semua makhluk selalu bertanya kepada Anda, apa yang Anda inginkan?

Katakanlah kalau Anda ingin kesuksesan. Katakan dengan penuh keyakinan. Kalau perlu katakan sesering mungkin. Maka saat itulah kesuksesan sudah dekat dalam hidup Anda. Anda tinggal bergerak melalui jalan-jalan menuju ke sana.
Enhanced by Zemanta

Kenali Gaya Kerja Anda

Sumber: www.AnneAhira.com

Di tempat kerja, hubungan dengan lingkungan sedikit banyak berpengaruh terhadap prestasi kerja. Hubungan dengan lingkungan dipengaruhi dengan bagaimana bentuk interaksi ketika menyelesaikan pekerjaan, maupun hal yang terkait dengan persoalan di luar pekerja.


Bentuk interaksi ketika menyelesaikan pekerjaan dengan atasan, rekan kerja maupun bawahan dikenal dengan istilah gaya kerja.

Gaya kerja dibedakan menjadi 5 tipe yaitu commanding, marginal, indifferent, humanistic dan enlighting.


Seseorang dapat mengetahui kecenderungan gaya kerja yang dominan melalui kuesioner sebagai alat ukur. Dengan mengetahui gaya kerja, seseorang dapat menggunakan kelebihan dan memperbaiki kelemahan.


Commanding

Gaya kerja commanding atau dikenal juga dengan gaya kerja memerintah. Gaya kerja ini berorientasi pada kekuasaan.
Hubungan kerja didasarkan pada pola atasan dan bawahan.


Orang dengan gaya kerja ini cenderung merasa benar sendiri. Gaya kerja ini biasanya diperlukan pada saat keadaan kritis yang memerlukan pengambilan keputusan secara cepat.


Marginal


Gaya kerja marginal berorientasi pada aturan yang harus dipatuhi dan perintah dari atasan. Orang dengan gaya kerja ini biasanya hanya mengikuti perintah dan tidak kreatif. Gaya kerja ini diperlukan pada tempat kerja yang memerlukan orang tipe hanya do-er atau pelaksana.


Indiffirent


Gaya kerja indifferent atau masa bodoh hanya berorientasi pada tugas sendiri. Seseorang dengan gaya kerja dominan indifferent hanya fokus untuk menyelesaikan kewajibannya tanpa peduli pada keadaan sistem secara keseluruhan.


Gaya kerja ini akan tepat diterapkan pada tempat kerja dengan tipikal pekerjaan tak saling bergantung satu dengan lainnya.


Humanistic


Gaya kerja humanistic adalah gaya kerja yang berorientasi pada perasaan. Seseorang dengan gaya kerja ini cenderung untuk menghindari keributan di tempat kerja akibat konflik. Berbeda pendapat adalah sesuatu yang sangat dihindarkan.


Kekurangan dari gaya kerja ini adalah tidak bisanya diambil keputusan secara tegas, apalagi bila waktunya mendesak. Sedangkan kelebihannya adalah membina hubungan yang baik dan kekompakan personil di tempat kerja.


Enlighting


Gaya kerja enlighting merupakan gaya kerja yang dipandang paling ideal untuk diterapkan secara umum. Gaya kerja ini berorientasi pada prestasi atau keberhasilan bersama.


Kelebihan gaya kerja ini pada diskusi, proses sharing ide, evaluasi bersama, dan teamwork yang kuat. Gaya kerja ini akan sesuai dengan tipikal pekerjaan yang melibatkan banyak personil dengan peranan sejajar.


Penerapan gaya kerja sangat ditentukan juga oleh tempat kerja dan tipikal pekerjaan. Tidak ada gaya kerja yang paling baik, tetapi hanya ada gaya kerja yang paling sesuai.

Minggu, 12 Desember 2010

Mengenal Personal Balanced Scorecard

Sumber: www.AnneAhira.com
Tahukah Anda bahwa ternyata ada hubungan yang kuat antara kebahagiaan karyawan dengan kesungguhan mereka bekerja di kantor? Survei mengenai kebahagiaan di tempat kerja yang dilakukan oleh Gallup Management Journal (GMJ) membuktikan

Selasa, 07 Desember 2010

Kecantikan Alami Tidak Akan Pernah Terganti

Sumber: www.AnneAhira.com

Siapa yang tidak ingin cantik?


Jika pertanyaan ini ditanyakan kepada seluruh wanita di dunia, mereka akan mengatakan, “kami semua ingin cantik”.


Tahukah Anda, untuk menjadi cantik, seorang wanita rela merogoh koceknya dalam-dalam. Mereka bahkan rela makan seadanya agar bisa perawatan di salon mahal. Semua itu demi sebuah kecantikan.


Mengapa wanita ingin cantik?


Tentunya tak lepas dari kodrat wanita yang merupakan makhkuk ciptaan Tuhan yang paling indah, yang diciptakan di dunia ini untuk membuat dunia menjadi penuh warna. Katanya, seorang wanita yang terlihat cantik akan lebih percaya diri dibandingkan sebaliknya.


Seorang wanita yang cantik katanya juga akan dicintai oleh banyak pria, dibandingkan seorang wanita yang kurang menarik. Hal tersebut merupakan opini yang diciptakan oleh kaum wanita itu sendiri sehingga mereka berlomba-lomba untuk tampil cantik di hadapan pria.


Kecantikan seperti apakah yang sebenarnya dicari di dunia ini?


Terlepas dari segi fisik yang memang menarik, seorang wanita akan terlihat jauh lebih cantik daripada fisiknya yang memang sudah cantik dan indah, bila ia memiliki kecantikan alami.


Kecantikan alami, seperti apakah itu?


Kecantikan alami adalah kecantikan yang dimiliki oleh setiap wanita yang berasal dari dalam ruhnya. Ya, pada dasarnya setiap wanita yang ada di dunia ini cantik. Tidak ada satupun manusia yang diciptakan dengan kondisi yang memprihatinkan.


Bayangkan, untuk dapat menjadi zigot saja sebuah sperma harus mengalahkan jutaan sperma lainnya di dalam rahim. Itu artinya, sperma yang menjadi pemenang adalah yang paling kuat di antara yang lain. Dan itu tandanya, semua manusia di dunia ini tanpa terkecuali, diciptakan dengan sempurna.


Pancarkan kecantikan alami!


Meski semua wanita di dunia ini tercipta dalam keadaan yang cantik, namun ternyata tak semua wanita menyadarinya. Sebagian besar di antara mereka malah kurang bersyukur diciptakan dengan kondisi seperti apa adanya. Alhasil, berbagai macam cara yang notabene menyiksa diri sendiri pun dilakukan, seperti bedah plastik.


Tidak perlu membayar mahal untuk cantik!


Cantik tidak harus mahal. Tugas seorang wanita yang ingin terlihat cantik hanyalah memaksimalkan dan merawat aura kecantikan alami yang sudah ada sejak lahir di dalam dirinya. Caranya cukup mudah, yaitu:



  1. Mandi minimal dua kali sehari.

  2. Menjaga kebersihan kulit dan gigi.

  3. Bagi muslimah, sering-seringlah berwudhu karena selain bisa menenangkan hati juga bisa memancarkan aura yang ada di dalam tubuh.

  4. Makan makanan sehat, bukan junk food.

  5. Banyak mengonsumsi air putih.

  6. Berbuat baik kepada sesama.


Cantik tidak harus mahal. Cantik tidak harus dengan mengubah ciptaan Tuhan. Setiap wanita sudah tercipta dalam keadaan cantik. Oleh sebab itu, tugas seorang wanita adalah merawat kecantikan alami dan mensyukuri pemberian Tuhan kepadanya.

Rabu, 10 November 2010

Tips Keluarga Bahagia

Sumber: www.AnneAhira.com

Keluarga kaya, banyak. Keluarga terpandang, juga banyak. Belum lagi keluarga-keluarga lainnya yang dilabeli harmonis, berpendidikan, dan berencana. Namun, berapa banyakkah keluarga yang bahagia?


Sepertinya, kian hari keluarga bahagia makin sedikit. Kok bisa?


Banyak kasus pembunuhan, pertengkaran, dan persidangan yang melibatkan keluarga sendiri terjadi di sekitar kita. Anak membunuh ibu, ibu membunuh anak-anaknya, suami membakar istrinya, istri memutilasi suaminya, dan sebagainya.


Dunia ini terasa kacau dan tidak indah lagi dilihat. Bahkan, mungkin jadi tidak indah lagi untuk ditempati sehingga banyak orang memutuskan mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Naudzubillahi min dzaalik.


Saat ditanyakan penyebab semua kekacauan itu, muncullah pasal-pasal yang tidak bisa diterima nalar. Hanya gara-gara menangis terus, sang ayah tega membanting buah hatinya yang masih batita. Hanya gara-gara uang seribu rupiah, tukang parkir rela menghabisi temannya sesama tukang parkir. Gejala apakah ini?


Kalau kita telusuri, semuanya berawal dari rumah, dari keluarga, entah itu keluarga kaya atau keluarga miskin. Yang jelas, mereka tidak merasakan kebahagiaan di dalam keluarga.


Tidak ada senyum di tengah-tengah kebersamaan mereka. Tidak ada kehangatan yang menyelimuti kekakuan hubungan di antara mereka. Ke manakah mereka harus mencari kebahagiaan itu? Seperti apakah gambaran kebahagiaan yang seharusnya mereka rasakan bersama keluarga?


Siapa pun berhak bahagia. Seorang ibu berhak bahagia, demikian juga seorang bapak. Keduanya jadi sumber kebahagiaan anak-anak mereka. Kebahagiaan dimulai dari dalam rumah, dari keluarga. Lalu, seperti apakah keluarga bahagia itu?


Berikut ini dapat dikatakan sebagai tips keluarga bahagia.


Keluarga Bahagia, Keluarga Ahli Syukur


Hanya Allah-lah sumber kebaikan dan kebahagiaan. Maka, pujilah Dia dengan penuh rasa syukur atas kebaikan yang kita terima. Sesungguhnya, Allah tidak memerlukan pujian dari kita karena dengan dzat-Nya Dia Maha Terpuji. Jika kita bersyukur, itu hanya untuk kebaikan kita sendiri.


Manusia telah dianugerahi pendengaran, pelihatan, dan hati. Sayangnya, hanya sedikit dari mereka yang bersyukur. Bersyukur di sini adalah mengoptimalkan anugerah yang telah diterima sehingga dengan potensi yang ada setiap orang memiliki modal sama untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak.


Jika yang terjadi adalah sebaliknya, berarti kita belum menjadi ahli syukur.


Keluarga Bahagia, Keluarga Ahli Sabar


Orang yang bahagia adalah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang senantiasa bersabar ketika dihadapkan pada ujian dan cobaan. Sesungguhnya, bersabar itu tidak ada batasnya. Hanya manusia sendiri yang membatasi kemampuannya untuk bersabar.


Bersabar memang bukan pekerjaan mudah, namun hal itu tidak mustahil untuk dilakukan.


Keluarga Bahagia, Keluarga Qanaah


Qanaah artinya merasa cukup dan merasa puas atas segala yang sudah didapatkan. Seseorang yang memiliki sifat ini akan selalu merasa cukup, tidak kekurangan. Namun, tidak berarti ia termasuk orang yang tidak memiliki mimpi, cita-cita, dan semangat untuk meraih sesuatu yang baru. Bukan itu.


Ia sama halnya dengan orang kebanyakan, memiliki sesuatu yang ingin dicapai. Namun, ia memilikikelebihan dalam hal menerima apa yang sudah ia dapatkan. Dengan demikian, insya Allah ia akan terhindar dari ambisi mengambil sesuatu yang bukan haknya.


Keluarga Bahagia, Keluarga Ahli Taat


Sesungguhnya, kebahagiaan yang paling bahagia adalah panjang umur dalam ketaatan kepada Allah. Oleh sebab itu, biasakanlah kita berdoa agar dikelompokkan ke dalam golongan orang-orang yang selalu ada dalam ketaatan kepada Allah.


Keluarga yang senantiasa menjalankan irama kehidupannya dalam ketaatan kepada Allah insya Allah ia akan senantiasa mendapatkan pertolongan Allah untuk semua ujian yang dihadapinya.


Keluarga Bahagia, Keluarga Ahli Nasihat-Menasihati


Orang yang ingin selalu mendapatkan keberuntungan dalam keluarganya akan sangat berjuang untuk memegang teguh keimanannya, melakukan kebaikan-kebaikan, dan saling menasihati dalam kebaikan dengan penuh kesabaran.


Memberikan nasihat tidak hanya berlaku bagi seorang suami kepada istri, orang tua kepada anak-anaknya, ataupun orang tua kepada anak muda.


Nasihat bisa dilakukan sebaliknya, dari istri kepada suami, anak-anak kepada orang tua, dan anak muda kepada orang tua. Dalam hal ini, diperlukan kelapangan hati untuk menerima nasihat dari siapa pun jika hal itu benar adanya.


Selain itu, diperlukan ilmu agar nasihat yang disampaikan menjadi berdaya, bukan asal bunyi yang akhirnya dapat menyakiti.


Itulah lima dari beberapa alat ukur kebahagiaan sebuah keluarga. Semoga yang lima ini dapat dijadikan tips keluarga bahagia Anda.


Memulai kehidupan dengan penuh kasih sayang dan bermuara dalam kebahagiaan sejati, bukan kebahagiaan semu yang dapat menipu mata. Selamat menikmati indahnya hidup ini dengan syukur, sabar, qanaah, taat, dan nasihat.

Senin, 18 Oktober 2010

Saat Kenyataan Tak Sesuai Impian...??

Teman...
Albert Einsten
Mungkin saat ini di antara kita ada
yang tengah berada dalam "
penjara
kesulitan"
. Dan kesempatan yang
dimiliki terasa begitu kecil.

Teman...
Jangan berkecil hati... Jangan menyerah...
Teruslah berusaha...!

Lakukan apa yang bisa dilakukan,
sebaik-baiknya, dan
sebenar-benarnya.
Ingatlah bahwa...